Tembakau Tingwe di Jakarta Pusat : Dari "Krisis Dompet" Jadi Lifestyle: Seni Menikmati Racikan Tembakau
Pernah gak sih kamu iseng menghitung berapa banyak uang yang "dibakar" jadi asap dalam sebulan? Bagi kita yang tiap hari beraktivitas di sekitaran Jakarta Pusat—entah kantoran di Sudirman, nongkrong di daerah Cikini, atau sekadar work from cafe di Menteng—biaya hidup makin ke sini rasanya makin gak ngotak. Satu hal yang paling berasa menguras dompet (selain es kopi susu kekinian) adalah rokok pabrikan . Dengan cukai yang naik terus tiap tahun, rokok sekarang udah beralih dari kebutuhan sekunder menjadi "biaya lifestyle " yang super mahal. Tapi, sadar gak sih kalau belakangan ini di tongkrongan Jakarta Pusat, pemandangan orang melinting rokok sendiri alias Tingwe ( Linting Dewe ) makin sering terlihat? Yup, tingwe udah gak identik lagi dengan kesan "tua" atau "jadul". Sekarang, tingwe adalah sebuah pergerakan gaya hidup baru: cerdas finansial, penuh seni, dan kaya rasa. The "Coffee & Cigarette" Math: Mengapa Tingwe adalah Koentji K...